Thursday, December 2, 2010

Tuesday, January 13, 2009

ANJURAN SHALAT DHUHA

ANJURAN SHALAT DHUHA

Dari Aisyah, ia berkata:

“Saya tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat Dhuha, sedangkan saya sendiri mengerjakannya. Sesungguhnya Rasulullah SAW pasti akan meninggalkan sebuah perbuatan meskipun beliau menyukai untuk mengerjakannya. Beliau berbuat seperti itu karena khawatir jikalau orang-orang ikut mengerjakan amalan itu sehingga mereka menganggapnya sebagai ibadah yang hukumnya wajib (fardhu).”

[HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, Malik dan Ad-Darami]

Dalam Syarah An-Nawawi disebutkan: Aisyah berkata seperti itu karena dia tidak setiap saat bersama Rasulullah. Pada saat itu Rasulullah memiliki istri sebanyak 9 (sembilan) orang.

Jadi Aisyah harus menunggu selama 8 hari sebelum gilirannya tiba. Dalam masa 8 hari itu, tidak selamanya Aisyah mengetahui apaapa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah istri beliau yang lain.

KEUTAMAAN Solat DHUHA

KEUTAMAAN DHUHA

Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

“Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari berbuat munkar (nahi munkar) adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.”

[HR. Muslim, Abu Dawud dan riwayat Bukhari dari Abu Hurairah]

Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Kekasihku Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah berwasiat kepadaku tiga perkara:

[1] puasa tiga hari setiap bulan,
[2] dua rakaat shalat Dhuha dan
[3] melaksanakan shalat witir sebelum tidur.”

[HR. Bukhari, Muslim, Turmuzi, Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad dan AdDarami]

Dari Abud Darda, ia berkata: “Kekasihku telah berwasiat kepadaku tiga hal. Hendaklah saya tidak pernah meninggalkan ketiga hal itu selama saya masih hidup:
[1] menunaikan puasa selama tiga hari pada setiap bulan,
[2] mengerjakan shalat Dhuha, dan
[3] tidak tidur sebelum menunaikan shalat Witir.”

Solat DHUHA

Solat DHUHA

Segala puji hanyalah milik ALLAH, Rabb yang Maha Suci lagi Maha Agung, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Salam dan selawat semoga senantiasa kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam beserta istri dan keluarga beliau. Sunat Dhuha adalah salah satu shalat sunat yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka adalah kebaikan bagi kita untuk mengetahui sunnah ini. Sila klik untuk link: Keutamaan shalat sunat Dhuha Waktu pelaksanaan shalat Dhuha Hati-hati dengan waktu Haram Tata cara shalat Dhuha

Monday, September 1, 2008

Solat dhuha tempoh memulakan aktiviti harian

Oleh Ibrahim Abdullah

Allah dalam beberapa ayat al-Quran bersumpah dengan waktu Dhuha seperti firman-Nya yang bermaksud:

“Demi matahari dan sinar cahayanya di pagi hari (Dhuha).” (Surah as-Syams, ayat 1) Bahkan ada surah khusus dalam al-Quran dengan nama Ad-Dhuha.

Pada pembukaan ayat, Allah berfirman yang bermaksud: “Demi waktu Dhuha.” Imam ar-Razzi menerangkan bahawa Allah setiap bersumpah dengan sesuatu itu menunjukkan hal yang agung, hebat dan besar manfaatnya.

Apabila Allah bersumpah dengan waktu Dhuha, bererti waktu Dhuha adalah waktu sangat penting dan mustahak. Antara doa Rasulullah SAW yang bermaksud: “Ya Allah , berilah keberkatan kepada umatku pada waktu pagi (Dhuha).”

Ini menunjukkan orang yang aktif dan bangun di waktu pagi (waktu Subuh dan Dhuha) untuk beribadat kepada Allah dan mencari nafkah halal, ia akan mendapatkan keberkatan. Sebaliknya, mereka yang terlena dalam mimpi dan tidak sempat solat Subuh pada waktunya, tidak mendapat keberkatan itu.

Abu Zar meriwayatkan hadis, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

“Bagi tiap-tiap anggota tubuh kamu hendaklah dikeluarkan sedekah baginya setiap pagi. Satu kali membaca takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh berbuat baik adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat diganti dengan dua rakaat solat Dhuha.” (Hadis riwayat Muslim)

Aisyah menceritakan Rasulullah SAW selalu melaksanakan solat Dhuha empat rakaat. Dalam riwayat Ummu Hani yang bermaksud: “Kadang-kadang Rasulullah SAW melaksanakan solat Dhuha sampai lapan rakaat.” (Hadis riwayat Muslim)

Imam at-Tirmizi dan Imam at-Tabarani meriwayatkan sebuah hadis yang menjelaskan bahawa apabila seseorang melaksanakan solat Subuh berjemaah di masjid, lalu ia berdiam di tempat solatnya sampai tiba waktu Dhuha, kemudian ia melaksanakan solat Dhuha, ia akan mendapatkan pahala seperti naik haji dan umrah diterima. Ulama hadis menyatakan hadis ini hasan.

Waktu Dhuha adalah waktu yang Allah sebutkan dalam al-Quran dan bersumpah dengannya. Ia tidak disebut dan tidak pula dijadikan sumpah kecuali memiliki hikmah tersirat di sebaliknya. Dhuha mempunyai erti permulaan siang atau awal terbitnya matahari.

Allah menjelaskan bagaimana waktu siang semestinya digunakan untuk mengerjakan aktiviti yang produktif, seperti firman-Nya yang bermaksud:

“Dan Kami jadikan waktu siang untuk mencari penghidupan (rezeki).” (Surah an-Naba, ayat 11)

Nabi Muhammad SAW pernah mendoakan orang seperti itu yang bermaksud:

“Ya Allah , berikanlah keberkatan kepada umatku pada waktu pagi mereka.” (Hadis riwayat at-Tirmizi)

Allah juga menjelaskan bagaimana waktu malam seharusnya digunakan untuk beristirehat. Allah berfirman yang bermaksud:

“Dia menyingsingkan waktu pagi dan menjadikan waktu malam untuk beristirahat.” (Surah al-An’am, ayat 96)

Begitulah Allah mengarahkan manusia untuk memanfaatkan putaran waktu dengan baik dan tepat. Dalam pada itu Allah mengingatkan manusia tidak terlena dalam aktiviti kerja mereka sepanjang siang dan beristirahat sepanjang malam.

Pada malam hari, Allah membangunkan mereka supaya tidak cuai dalam beristirahat. Firman Allah yang bermaksud:

“Dan pada sebahagian waktu malam, kerjakanlah solat tahajud sebagai suatu ibadat tambahan bagimu.” (Surah al-Isra’, ayat 79)

Kesimpulannya, Allah dan Rasul-Nya mengingatkan apa pun aktiviti dikerjakan manusia sepanjang siang dan malam, seharusnya tidak melupakan ibadat kepada Allah .